Natal di Dua Ribu Dua Lima: Refleksi dan Resolusi Singkat

1 kata di 2025 adalah kacau.

Tahun ini begitu chaos. Pekerjaan: target, dinamika tim, proses. Personal: proses bercerai.

Sedari awal tahun yang begitu membingungkan, tengah tahun yang padat, dan akhir tahun yang melelahkan.

_______________________


3 fase 2025:

Awal yang membingungkan

Berusaha mencari tahu diri sendiri sedang kenapa. Hal ini belum pernah dirasakan sebelumnya. Jika mau detach dari apapun begitu banyak konsekuensinya. Tidak siap menghadapi segala konsekuensinya. Berusaha tabah dan kuat, namun merasa terjebak dengan segala situasi. Bingung adjust dipekerjaan dan hidup sehari hari. Tidak pernah merasa bahagia. Hingga akhirnya ke psikolog dan psikiater, minum obat.

Tengah yang padat

Saat keputusan sudah diambil, shifting dari yang biasanya seperti apa harus apa-apa sendiri dan mandiri lagi. Sementara langkah masih belum pasti dan ajeg. Pekerjaan semakin padat dan psikis diri sendiri masih berusaha mencari pegangan. Mencari stabilitas. Sempat oleng, depresi berkepanjangan, minum obat, terlambat masuk kantor, kecewa dengan orang-orang di kantor, mau mati.

Akhir tahun yang melelahkan

Segala target pekerjaan dan penyelesaikan isu personal dicarry over ke akhir tahun. Sungguh parade dan marathon yang melelahkan sekali. Mikirin pekerjaan, mikirin orang lain, mikirin target. Waktu buat diri sendiri? Dipakai buat takut dan cemas. Semakin merasa gak sayang sama diri sendiri. Entah merasa harus kasian sama diri sendiri atau bangga dengan diri sendiri dengan segala apa yang terjadi di 2025 ini.

Malam ini, saya beberapa kali menangis ketika misa natal. Ketika menyanyikan Malam Kudus, ketika menyanyikan Mazmur antar bacaan, ketika menyanyikan Anak Domba Allah, ketika mengucap “Ya Tuhan, saya tidak pantas Tuhan datang pada saya, tapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh”. Dan pungkasnya adalah ketika selesai misa memandang kayu salib di tengah kerumunan orang yang saling mengucapkan selamat natal. Saya benar-benar merasa kesepian dan menyedihkan di tengah keramaian. Dari ratusan orang, ada 1 yang menyalami saya yang tengah duduk yaitu Romo yang memimpin misa. Seolah Tuhan datang pada saya dan berkata “ ratusan orang orang mungkin gak peduli sama kamu, tapi Aku selalu ada untuk mendampingi kamu”.

 *

2025 ini mengubah saya menjadi

  •           Selalu optimis menjadi realitis-pesimis
  •           Aktif dan ceria menjadi menutup diri
  •           Banyak hal yang dibawa perasaan
  •           Sebelumnya mudah atur emosi, sekarang mudah terpancing emosi
  •           Merasa kecewa akan banyak hal terutama yang tidak sesuai ekspektasi
  •           Independent menjadi dependent dengan berbagai macam situasi
  •           Merasa sering terancam dengan banyak hal
  •           Merasa gagal
  •           Merasa tidak reliable dan tidak kompeten
  •           Bukan pendengaar yang baik
  •           Depresi
  •           Mudah lelah
  •           Semakin gak sayang dan gak peduli dengan sendiri

 Aku gak mau ulangi 2025 ini. Benar-benar gak mau trauma lagi.

 _______________________


Kamu

Di tengah keributan dan kekacauan dunia, kamu ada untuk mendamaikan hatiku. Tatapan dan pengertianmu, ucapanmu dan suaramu, pelukanmu dan elusanmu, dekapanmu dan belaianmu. Semua aku butuhkan dan aku mau sepanjang hidup.

Aku mengerti ini pengalaman pertama serius. Pasti ada ketakutan, pasti ada kekhawatiran. Takut akan kegagalan atau ditinggalkan, sehingga takut untuk melakukan atau mengucapkan apapun. Takut salah.

Tapi, tidak apa-apa karena aku berkomitmen mau terus dengan kamu. Aku gak mau quit, gak mau keluar dari kita. Aku belajar bahwa aku harus mengenal kamu lebih dalam dan mengerti kamu lebih dalam. Aku juga belajar untuk terus memperbaiki diri dan memiliki pola pikir yang benar.

Aku sampai saat ini masih terus takut untuk memberi masukan ke kamu atau asertif karena sungguh aku gak mau membuatmu merasa gagal, atau tersinggung lalu aku didiamkan dan disilent treatment. Sungguh itu hal yang membuat aku trauma dan sakit. Aku juga masih belum tahu bagaimana caranya supaya aku bisa mengutarakan pendapatku dengan baik. Aku hanya ingin kita terus terbuka dengan masukan satu sama lain, bukan untuk mengubah satu sama lain seperti yang kita mau, tapi untuk saling bertumbuh jadi orang dan pasangan yang lebih baik lagi. Kita ingin bersama selalu.

Kamu gak perlu takut karena kita sama sama takut gagal. Tapi kita juga sama sama saling sayang dan ingin bersama terus.

Barangkali sempat ada kata kataku yang menyakitkan kamu atau kata katamu yang menyakitkanku, tapi ayo kita bahas sampai tuntas dan memahami satu sama lain. Dalam hubungan yang saling mengenal ini, pasti ada momen saling mengecewakan dimana kita mau terus memperbaiki. Itu hal yang wajar dan perlu kita komunikasikan supaya selesai, lalu mengerti lebih dalam.

Selain bahagia dan canda tawa, pasti akan ada obrolan yang sulit. Itu normal dan tidak apa-apa jika sulitnya itu bareng kamu karena kita mau berdedikasi untuk mau lebih baik dan tidak mau pergi dari satu sama lain.

Kita mau berproses terus walau tidak terus-terusan bahagia. Rasa sakit dan kecewa bahkan sampai mengulik trauma dan tidak nyaman, pasti ada. Namun, kita aman dalam mengutarakan perasaan, lalu minta maaf dan berdamai kembali.

Karena kita tahu, tujuan kita hanya satu, yaitu kita bersama terus.

 _______________________

Ke depannya

Aku ingin terus bareng sama kamu. Bahagia, sedih, susah, berkonflik, bercanda, ceria. Semuanya. Aku tidak mau orang lain. Aku hanya mau sama kamu, terus terusan dan cari cara supaya kita bisa terus bareng.

Aku selalu kangen kamu.

Aku selalu butuh kamu. Aku benar-benar butuh kamu.

Aku mau terus mengenal diriku dan orang yang aku sayang, lalu menerima secara utuh. Terus apa adanya dan nyaman dengan hal tersebut. Aku ingin punya teman hidup yang aku benar-benar kenal. Yang saling bisa mengisi dan satu chemistry. Itu doaku setiap pagi untuk kamu dan untuk kita.

*
Secara pribadi aku ingin bertumbuh jadi Vico yang baru. Aku ingin awal yang baru setelah bercerai. Aku gak mau lagi salah pilih, aku gak mau lagi kecewa karena gak mengenal secara mendalam.

Aku mau jadi versi terbaik dari diriku yang sehat, yang positif, yang bermanfaat buat orang lain. Gimana aku bisa bantu orang lain jika aku masih sakit. Aku mau sembuh dan terus setia menjadi orang yang baik. Aku mau terus berupaya menjadi dewasa, berpola pikir benar, cerdas dan menjadi inspirasi positif bagi orang.

Aku ingin punya keluarga yang bahagia. Aku ingin punya rumah yang nyaman dan tentram. Aku mau bersama kamu dalam rumah itu. Aku mau mengusahakan semuanya demi kita. Aku mau jadi orangtua yang terbaik untuk anaknya. Menjadi guru sekaligus sahabat untuk anakku dan orang terdekatku.

 *
Secara profesional, aku mau berkembang dan lebih sejahtera. Aku ingin pensiun di umur sebelum 50 dan hidup nyaman. Tabungan yang banyak dan hidup berkelimpahan dari passive income. Lalu akhirnya bisa berbagi inspirasi kepada orang lain.  Aku tidak mau hidup susah. Aku mau menemukan tempat mana aku dihargai dan diakui.

  _______________________

Akhirnya

Sepanjang tahun 2025 ini, kecemasanku membuat aku haus akan validasi. Memang kecemasan itu membutuhkan konfirmasi bahwa diri ini baik baik saja. Diakui dan diterima menjadi kebutuhanku tahun ini, entah tahun tahun ke depan. Tidak hanya merasa didengar, tapi diakui perasaannya, diterima lukanya, dihargai kelebihan dan kekurangannya, serta di sayang dengan benar.

2026 ini aku akan melompat dan terbang lebih jauh. Menjadi versi terbaik Vico dengan tetap selalu membumi. Menabung banyak dan hidup nyaman. Sangat berkurang merasa kesepian dan kecemasannya.

Terus berdua dengan kamu. Bisa roadtrip dan liburan ke tempat yang kita mau dan suka. Membangun memori dan pengalaman berdua. Bertumbuh menjadi pasangan yang luar biasa. Dewasa dan bahagia bersama. Saling mengisi dan secara manusia semakin lebih baik.

 
***

Aku ingin lepas dari 2025 yang penuh tangisan ini, meninggalkan dan belajar. Kemudian, hidup lebih baik lagi bersama kamu.

Komentar

Postingan Populer