Kenyamanan

 Bagiku kenyamanan lekat dengan trauma.

Personal.

Unik.

Yang satu memberi ketenangan, sementara yang satu menghantam. Bagaimana bisa, ketika merasa terancam kehilangan kenyamanan, trauma langsung muncul untuk berusaha menelan diri sendiri. Dan, kenapa kita tidak bisa sebaliknya: tidak bisa terancam kehilangan trauma.

Bukankah lebih menyenangkan dan lebih damai?
Bukannya tidak perlu bergulat dan berusaha berteman dengan trauma yang mengerikan tersebut
Bukannya tidak perlu overthink yang tidak penting?
Bukannya, tidak perlu mengelola marah dan kesal ketika bayangan tersebut mulai hadir?
Bukannya, tidak perlu merasa depresi kembali ketika pikiran yang tidak tidak muncul?

Termasuk, bayangan kehilangan kamu. Ketika kamu bergandengan dengan orang lain. Ketika kamu memeluk dan mencium orang lain. Ketika kamu tidak ada lagi buat aku, mendiamkan aku, dan menjauh. Lalu, kenyamanan itu pergi.

___

Menangis terasa biasa dialami sehari-hari. Tapi merasa diabaikan dan tidak dicintai lagi, benar-benar menyakitkan. Membayangkannya sangat perih apalagi merasakannya.

Selalu perasaan yang muncul adalah ingin pergi dari semuanya. Dari hal hal yang membuat merasa terancam. Ingin sendiri dan pergi entah kemana, walau itu sunyi.
___


Aku juga mengerti, bahwa orang yang paling kita sayangi dan paling membuat nyaman dapat melakukan hal tersebut. Bukan ketika orang tersebut menyayangi kita, lalu tidak pernah menyakiti kita. Justru, orang yang kita sayang dapat melakukan hal tersebut karena kita mengijinkan dia, yang tidak sempurna, untuk hadir dalam hidup kita. Semakin dia hadir, semakin mungkin melakukan kesalahan, sebaliknya, semakin mungkin membuat bahagia.

Mencintai itu tidak mudah ya? Iya.

Tapi lebih sulit hidup sendiri. Tidak ada hidup yang mudah dijalani.

___

Dengan kamu yang tidak sempurna, aku bahagia. Aku akan selalu mencintaimu dan memaafkan kamu. Karena cinta itu murah hati dan tulus. Menghargai dan memahami. Disaat yang paling mudah dan disaat yang paling sulit.

Maka, maafkanlah aku juga ketika aku menunjukkan ketidaksempurnaan aku.

Kita tidak pernah mau saling menyakiti, kita tidak pernah melukai satu sama lain. Kita hanya sedang belajar menjadi manusia yang lebih baik, bersama sama.

Meskipun ada saat aku terancam trauma kembali, aku akan tetap memilih kamu. Karena kamu yang bisa membuat aku bahagia kembali selepas trauma itu. Kenyamanan itu selalu mengingat kamu. Aku tidak akan pernah berhenti untuk terus menjaga kamu dan kenyamananku.

____

Aku tidak mau kehilangan harapan hidupku, lagi.

Komentar

Postingan Populer